Pengusaha kontraktor dengan hutang 7 (tujuh) miliar.
Barusan di WA di pengusaha kontraktor yang menceritakan bahwa beliau sudah bisnis kontraktor lebih dari 7 tahunan dan saat ini terlilit hutang riba 7(tujuh) miliar lebih.
Ketika saya tanya asal muasal hutang adalah karena beliau tidak memiliki sistem dan menejemen kontrol yang baik. Baik itu di keuangan , operasional , karyawan, vendor/supplier, klien dan bahkan yang sangat fatal adalah beliau tidak pernah menghitung untung dan ruginya, sesuatu yang sangat fatal karena bikin proyek tapi tidak di hitung apa untung dan ruginya.
Beberapa proyek yang di kerjakan dengan sistem pembayaran termin bertahap dan ini juga menjadi masalah besar karena ternyata pembayaran tersebut macet, coba anda bayangkan sudah keluar biaya untuk membangun dan ketika bangunan sudah jadi pembayaran nya macet.
Barusan di WA di pengusaha kontraktor yang menceritakan bahwa beliau sudah bisnis kontraktor lebih dari 7 tahunan dan saat ini terlilit hutang riba 7(tujuh) miliar lebih.
Ketika saya tanya asal muasal hutang adalah karena beliau tidak memiliki sistem dan menejemen kontrol yang baik. Baik itu di keuangan , operasional , karyawan, vendor/supplier, klien dan bahkan yang sangat fatal adalah beliau tidak pernah menghitung untung dan ruginya, sesuatu yang sangat fatal karena bikin proyek tapi tidak di hitung apa untung dan ruginya.
Beberapa proyek yang di kerjakan dengan sistem pembayaran termin bertahap dan ini juga menjadi masalah besar karena ternyata pembayaran tersebut macet, coba anda bayangkan sudah keluar biaya untuk membangun dan ketika bangunan sudah jadi pembayaran nya macet.
Ini mengingat kan saya ketika menangani klien dengan bisnis arsitek dan kontraktor juga, mirip seperti ini kejadiannya.
Tidak diperhitungkan siklus uang masuk dan uang keluar , timing uang masuk dan uang keluar berantakan.
Biasanya alasan utama pengusaha kontraktor mau mengambil proyek adalah karena pikiran untung semata tanpa memperhatikan dan memiliki strategi mengunci resiko. Saya sering menyampaikan lebih baik tidak punya klien dibanding punya tapi malah akhirnya merugikan perusahaan/bisnis.
Tidak diperhitungkan siklus uang masuk dan uang keluar , timing uang masuk dan uang keluar berantakan.
Biasanya alasan utama pengusaha kontraktor mau mengambil proyek adalah karena pikiran untung semata tanpa memperhatikan dan memiliki strategi mengunci resiko. Saya sering menyampaikan lebih baik tidak punya klien dibanding punya tapi malah akhirnya merugikan perusahaan/bisnis.
Ketika beliau bertanya kepada saya terkait saran untuk pembenahan bisnis dan lunas hutang riba maka saya menjelaskan prinsip iman,ilmu dan ikhtiar serta 5 P yaitu pray, proces, people, product, profit dan menganalisa 4 pilar pokok.
Kunjungi blog saya di http://coachsantoso.blogspot.com
Saya sampaikan kepada beliau membenahi bisnis dan melunasi hutang riba itu butuh mindset dan karakter yang tepat, ibarat orang sakit kanker atau tumor parah. Jadi musuh terbesar atau hambatan terbesar adalah diri sendiri ,jika bisa mengikuti arahan yang diberikan insya Allah sudah terbukti yang hutang lebih besar dari beliau bisa lunas dalam tempo singkat.
Banyak yang keliru mindset dalam pembenahan bisnis dan lunas hutang riba yaitu tidak fokus , tidak totalitas dan tuntas suka menunda tindakan.
Maka saya menyarankan untuk memiliki mindset dan karakter yang benar jika serius ingin mengikuti program pendampingan untuk pembenahan bisnis dan lunas hutang riba berapapun dan seperti orang yang sedang sakit dan berobat ke dokter spesialis maka perlu pengorbanan biaya lebih tepatnya investasi karena insya Alloh sudah TERBUKTI.
Ada seleksi ketika ada pengusaha yang mengalami masalah bisnis dan terlilit hutang riba mulai di bawah 1 Milyaran hingga puluhan milyar dan ingin mengikuti program private pembenahan bisnis ,sebab saya butuh kesamaan visi dan juga mengetahui kesungguhan dalam berjuang mengatasi masalah bisnis dan hutang riba.
Terutama memahami kesalahan dan dosa sebagai pengusaha muslim ada syariat Islam dalam bisnis tidak bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang , bahkan ada yang mengatakan kepada saya meskipun maksudnya bergurau jaman sekarang ini kalau jujur tidak kebagian jika main proyek tanpa uang pelicin (suap) rasanya tidak akan mungkin bisa menang dapat tender.
Saya jelaskan kepada beliau apa sih tujuan hidup dan berapa banyak kenikmatan yang bisa di nikmati di dunia , Islam tidak melarang kaya raya sukses namun dengan cara yang tidak dilarang dan lagi kalau pakai cara cara haram (berdosa) percaya lah bahwa pasti akan di ambil lagi oleh Alloh SWT harta itu sudah banyak bukti .
Dan silahkan renungkan ayat dibawah ini .
5.Al-Mā'idah : 120
لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Milik Allah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Bisnis apapun yang kita jalani hanya sebagai sarana wasilah untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Dan percayalah sudah terbukti bisa bangkit dari riba dan bisnis tumbuh kuat tanpa riba serta berkah dirasakan ketentraman hati dan keluarga insya Alloh.
Hubungi nomer WA 085755333610 untuk jadwal seminar dan bimbingan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar